cinta
sebuah kata yang diucapkan oleh hampir semua orang, namun dipahami oleh hanya segelintir diantaranya. begitu mudah diucapkan, begitu sulit diartikan. begitu jelas terdengar, begitu saru dirasa. begitu lincah menari di ujung lidah, begitu kaku menetap di dalam hati. cinta adalah kata yang tidak dapat dijabarkan, hanya mampu dirasakan. pertanyaannya adalah, ketika perasaan aneh itu datang, darimana kita bisa yakin pasti bahwa itu cinta?
apakah saya termasuk segilintir orang yang paham akan cinta? mungkin. saya adalah satu dari sekian orang yang beruntung, pernah merasakan sebuah perasaan yang saya namakan cinta. kenapa saya begitu yakin akan hal ini? jawabannya mudah saja, karna perasaan ini tidak dapat saya jelaskan. lalu kalau tidak bisa dijelaskan kenapa saya namakan perasaan itu cinta? karna cuma perasaan ini yang belum ada namanya. bingung? akan saya coba jelaskan
pernahkah anda merasakan perasaan ingin bersama seseorang begitu besar, melampaui akal sehat. sebuah perasaan yang mengatakan pada anda bahwa anda tidak bisa menghabiskan sehari tanpa melihat orang tersebut, tidak mampu bila tanpa kehadirannya. perasaan ini sering disalah artikan sebagai cinta, walau sebenarnya bukan. perasaan tersebut bernama ‘ketergantungan’.
pernahkah anda merasakan perasaan ingin memiliki seseorang begitu besar, melampaui akal sehat. sebuah perasaan yang mengatakan bahwa anda harus memilikinya, dan bila anda gagal memilikinya maka hidup anda tidak berarti. tidak peduli apakah dia sudah berpasangan atau tidak, sehat atau tidak, menyukai anda atau tidak, anda tetap menginginkannya. perasaan ini sering disalahartikan sebagai cinta, walau sebenarnya bukan. perasaan tersebut bernama ‘obsesi’
lalu perasaan bernama cinta itu seperti apa? cinta adalah perasaan yang tidak terartikan. bukan tidak bisa hidup tanpanya, tapi tidak mau. bukan harus memilikinya, tapi sebaiknya. cinta tidak membuat anda menjadi layaknya orang gila, cinta itu menentramkan. pernahkah anda bertanya pada diri sendiri, mengapa anda mencintai orangtua anda? hubungan darah tidak menjamin cinta, banyak diluar sana anak yang tidak cinta ibunya, atau bahkan sebaliknya. bagi anda yang mencintai ibu anda, apakah karna ibu anda ibu idaman semua anak? apakah dia tidak pernah menyebalkan dirumah? apakah melihat dari sifatnya yang protektif dan mengada ada seharusnya sulit bagi anda untuk mencintainya? apakah anda sering berkata ‘aku sayang mama’ ke ibu anda setiap harinya?
mari berbicara tentang hewan peliharaan. apakah kecintaan anda terhadap hewan peliharaan mampu dijelaskan? semua anjing menggonggong, lari mengejar tulang, suka menggigit, berisik dikala hujan, dan buang air sembarangan. lalu apa yang membedakan anjing yang anda cintai dengan anjing lainnya?
kembali ke hubungan antar manusia. apa yang membedakan perasaan cinta, dengan kebutuhan dan obsesi? ketika perasaan itu tidak menuntut, itu cinta. cinta itu menentramkan, ketika perasaan cinta hinggap di hati anda, yang terasa hanya rasa syukur. apakah perasaan ini akan mengantarkan anda kepada hubungan yang berbalas, atau mungkin pernikahan, itu urusan belakangan. perasaan ini begitu mengkonsumsi anda, memberikan sugesti bahwa apapun yang terjadi, terjadilah, yang penting anda pernah merasakan ini
ketika anda mendahulukan kebahagian orang yang anda cintai dibanding kebahagiaan anda sendiri, percayalah, itu bukan cinta. ketika anda merasa bahagia, secara tulus bahagia saat dia mendapatkan kebahagiaannya, nah..
cinta bukanlah pengorbanan. cinta hanyalah cinta.
post ini akan sulit untuk dimaknai, atau bahkan dicerna. konsep cinta berbeda2 di setiap kepala, saya hanya mengungkapkan apa yang saya percaya akan ini. saya akan menutup post ini dengan sebuah kalimat yang saya percaya, adalah cara mengidentifikasi cinta saat ia hinggap di hati kita
cinta bukanlah ketika saya berkata ‘saya cinta kamu’ kepadanya, melainkan ketika saya berkata ‘saya cinta dia’ pada diri saya sendiri.